Haus Ilmu, Melampaui Batas Negara
Dr. Putu Dina Yuniarini, SE, S.Psi, M.Pd. merupakan sosok inspiratif yang mendedikasikan keahliannya sebagai praktisi di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non-Formal (PNF). Kehausannya akan ilmu tercermin dari deretan prestasi internasional yang gemilang. terutama melalui program beasiswa bergengsi. Beliau tercatat sebagai penerima beasiswa LPDP Microcredential di Monash University Australia selama dua tahun berturut-turut, yakni pada tahun 2022 dengan fokus Playworld dan tahun 2023 dalam bidang kolaborasi bersama orang tua. Tidak berhenti di sana, langkah globalnya berlanjut hingga tahun 2025 melalui partisipasi dalam Singapore Teacher Conference and Excel Fest.
Membawa Dunia ke Akar Rumput
Berbekal pengalaman global tersebut, ia tidak menyimpannya sebagai pencapaian personal semata. Sebaliknya, wawasan internasional itu diterjemahkan ke dalam praktik nyata di tingkat lokal. Sebagai narasumber nasional, Dr. Putu Dina Yuniarini aktif membagikan praktik baik melalui berbagai forum, termasuk kegiatan studi tiru pembelajaran mendalam (deep learning) ke Adelaide, Australia, yang kemudian diadaptasikan sesuai konteks pendidikan Indonesia. Dengan latar belakang multidisiplin ilmu yang kuat, beliau mampu mengintegrasikan pendekatan psikologis dan pedagogis untuk menciptakan ekosistem belajar yang lebih bermakna bagi anak usia dini. Sosoknya membuktikan bahwa seorang praktisi pendidikan harus terus relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman demi mencetak generasi masa depan yang unggul.
World School Award 2026: Pengakuan Dunia untuk Pendidikan Nonformal Indonesia
Puncak pengakuan internasional hadir pada 24 Januari 2026, ketika Dr. Putu Dina Yuniarini dinobatkan sebagai penerima World School Award dalam ajang World School Summit 34th Edition di Kuala Lumpur, Malaysia. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya sebagai Principal Widya Sentana Bali, sebuah lembaga yang telah menjadi rumah harapan bagi ribuan pembelajar melalui jalur pendidikan nonformal (PKBM). Penghargaan internasional ini merupakan bukti nyata atas komitmen tanpa batas dan dedikasi beliau dalam menghadirkan layanan pendidikan yang holistik serta inklusif. Melalui jalur pendidikan nonformal (PKBM), beliau telah berhasil meruntuhkan sekat-sekat hambatan belajar dan memastikan kesempatan pendidikan yang setara dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Penghargaan ini secara khusus menyoroti kategori: "Her extensive academic expertise and passion for holistic education offer invaluable insights for attendees across all sectors." Pengakuan ini menegaskan bahwa kepakaran akademis dan semangat beliau dalam membangun ekosistem pendidikan menyeluruh telah menjadi inspirasi yang sangat berharga, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga di panggung dunia. Keberhasilan Putu Dina Yuniarini bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan sebuah tonggak sejarah bagi kemajuan pendidikan nonformal di Indonesia dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing global.
PKBM: Pendidikan yang Memanusiakan Manusia
Penghargaan tersebut bukan sekadar apresiasi simbolik. la merupakan buah dari esai reflektif dan kritis yang ditulis Dr. Putu Dina Yuniar ini membedah tantangan nyata mengenai penerapan pendidikan holistik di dalam konteks Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Beliau secara tajam memaparkan bagaimana PKBM menghadapi kompleksitas masalah yang sangat tinggi, mulai dari latar belakang peserta didik yang beragam, usia hingga inklusi, namun tetap mampu menjadi wadah pendidikan yang memanusiakan manusia melalui pendekatan yang menyeluruh.

Menatap Masa Depan dengan Komitmen Inklusif
Ke depan, Widya Sentana menargetkan perluasan jangkauan layanan pendidikan nonformal agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang selama ini berada di luar sistem pendidikan formal. Upaya ini didasarkan pada keyakinan bahwa pendidikan bukan semata persoalan capaian kuantitatif, melainkan proses pemulihan dan pemberdayaan manusia secara utuh. Bagi Dr. Putu Dina Yuniarini, keberhasilan pendidikan diukur dari sejauh mana individu mampu kembali memiliki harapan, kepercayaan diri, dan martabat sebagai manusia yang berdaya.
Melalui PKBM Widya Sentana, pendidikan diposisikan sebagai ruang pemulihan bagi mereka yang sebelumnya terputus dari akses belajar akibat keterbatasan sosial, ekonomi, maupun kondisi kehidupan lainnya. Fokus utama lembaga ini tidak berhenti pada penerbitan ijazah, tetapi pada pendampingan berkelanjutan yang membantu peserta didik membangun kembali arah hidup dan masa depan yang lebih layak. PKBM Widya Sentana berperan sebagai jembatan transformatif yang mengubah kerentanan menjadi potensi, serta ketertinggalan menjadi peluang untuk berkembang.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan layanan pendidikan yang semakin holistik dan inklusif, dengan memperhatikan keragaman latar belakang, usia, serta kebutuhan belajar peserta didik. Dengan semangat keberlanjutan, Widya Sentana terus berupaya memastikan bahwa setiap individu memperoleh kesempatan yang setara untuk belajar dan bertumbuh. Melalui pendekatan inilah, PKBM Widya Sentana diharapkan dapat menjadi kekuatan sosial yang nyata, merangkul seluruh lapisan masyarakat dan berkontribusi pada terwujudnya kehidupan yang lebih sejahtera, adil, dan bermartabat.
Dalam sebuah pertemuan daring bersama tim Majalah Langkah Baru, Putu Dina Yuniarini menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh esensi dari profesi pendidik "Put your heart wherever your place." Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh pendidik di mana pun mereka ditugaskan, baik di sekolah formal maupun di jalur nonformal seperti PKBM, bahwa dedikasi sejati dimulai dari ketulusan hati.
Beliau mengajak para rekan sejawat untuk tidak pernah lelah membuka pintu kesempatan belajar yang setara bagi semua lapisan masyarakat. Dengan meletakkan hati pada setiap proses pengajaran, tantangan pendidikan yang kompleks sekalipun akan dapat dihadapi demi mewujudkan inklusivitas yang nyata, sehingga setiap anak bangsa memiliki peluang yang sama untuk bertumbuh dan berdaya.
Inspirasi yang Terus Menyala
Keberhasilan Dr. Putu Dina Yuniarini bukan hanya prestasi pribadi, melainkan tonggak penting bagi kemajuan pendidikan nonformal di Indonesia. la membuktikan bahwa PKBM bukan pilihan kedua, melainkan jalan strategis untuk membangun generasi yang unggul, berdaya, dan berdaya saing global. Di tangan pendidik yang bekerja dengan hati, pendidikan benar-benar menjadi kekuatan transformatif. Mengubah kerentanan menjadi keberdayaan, dan harapan menjadi masa depan.
"Put your heart wherever your place."
sumber: https://fored-disdikpora.badungkab.go.id/majalahdigitaledisiketiga/